Sabtu, 01 Oktober 2016

Keberagaman Desa Adat Penglipuran Bali

Sudah sekian banyak ulasan berkutat mengenai seputaran Bandung seperti paket wisata Bandung, sewa bus Bandung dan sewa mobil Bandung, kali ini mari kita tengok Pulau Bali, salah satunya adalah Desa adat Panglipuran Bali. Pulau Bali merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Kebanyakan dari para wisatawan mengenal Bali hanya objek wisata pantai dan alamnya saja. Namun tak hanya itu, Bali pun memiliki segudang kebudayaan yang mmapu membuat anda terpesona melihatnya. Salah satunya adalah Desa Adat Penglipuran.
desa panglipuran bali

Desa Adat Penglipuran Bali merupakan desa adat yang terkenal dengan kerukunan dan keberagaman penduduknya. Desa ini berloksi di Kelurahan Kubu, Kecamtan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Desa ini merupakan salah stau desa wisata yang wajib anda kunjungi saat berkunjung ke  Bali. Banyak wisatawan yang datang ke Desa ini dikarenakan kekaguman oleh kearifan lokal masyarakat yang tinggal di desa tersebut. Bahkan desa ini menjadi daerah terbersih ke 3 dunia yang dianugerahi oleh UNESCO. 

Seperti dikutip baliutara.com Menurut masyarakat sekitar, kata penglipuran diambil dari kata Pengeling Pura yang bermakna tempat suci yang diperuntukan untuk mengenang para leluhur. Berbicara mengenai leluhur, masyarakat yang mendiami desa ini sangt menjunjung tinggi amanat yang ditinggalkan para leluhur mereka. Hal ini terbukti dengan sangat diutamakannya kerukunan di desa ini. Adapun ciri khas yang sangat menonjol dari desa ini ialah arsitektur bangunan tradisionl desa yang rata – rata memiliki arsitektur yang sama persisi dari ujung desa ke ujung lainnya. 
Selain itu hal yang menjadi keunikan dari desa penglipuran ini adalaah pintu gerbang di setiap rumah saling berhadapan satu sama lain yang hanya dibatasi oleh jalan utama kecil ditengahnya. Pintu gerbang setiap rumah tersebut disebut dengn nama Angkul – angkul yang juga memiliki arsitektur sama dengan angkul – angkul setiap rumah di desa ini. Bila anda berkunjung ke desa ini, anda tidak diperbolehkan menggunakan motor ataupun mobil. Kendaraan yang anda bawa bisa diparkir di parkiran yang cukup luas tak jauh dengan kawasan desa adat penglipuran ini. Luas desa ini sekitar 112 Hektar, tidak terlalu lelah jika anda menelusuri desa ini dengan berjalan kaki sambil menkmati keindahan desa penglipuran.

Disekitar jalanan desa penglipuran ini anda dipastikan tidak akan menemukan secuil sampah apapun sebab, masyarakat disini sangat menjaga kebersihan kawasan ini. setiap sudut desa juga dihiasi oleh tempat sampah, jadi anda mesti berpikir 2x jika ingin membuang sampah di desa ini.
Jika anda ingin berkunjung kesini, sangat disarankan untuk berwisata menjelang hari raya Galungan tu setelah hari ray tersebut. Bila anda berkunjung saat hari raya tersebut anda akan melihat jejer panjor atau sarana ibadah umat hindu yang terbuat dari pohon bambu panjang yang ditancapkan di depan pekarangan rumah. Tak hanya itu anda pun akan melihat para gadis bali berpakaian adat yang membawa banten menuju pura.
Tentu mengunjungi desa adat penglipuran ini akan menjadi pengalaman tersendiri bagi anda yang datang. Anda pun bisa belajar budaya sambil menikmati eksotisme pulau dewata yang sangat kaya akan ragam alam dan budayanya. 

Official Website: www.transbandung.com

Romeltea Media
Aneka Ragam Wisata Indonesia | Trans Bandung Updated at:
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Posting Komentar

 
back to top